Transistor Sebagai Saklar

Transistor sebagai saklar adalah salah satu fungsinya sebagaimana saya jelaskan pada artikel sebelum ini. Prinsip kerja dari komponen ini yang difungsikan sebagai saklar ialah dengan mendapatkan manfaat dari cut-off dan kondisi jenuh dari transistor itu sendiri, yang mana kedua keadaan tersebut bisa didapat dgn mengatur besarnya arus yg melewati basis dari transistor.

Saturasi atau disebut juga kondisi / keadaan jenuh akan didapat bila basis transistor dikasih arus yang cukup besar hingga transistor menjadi jenuh dan fungsinya menjadi saklar yang menutup. Sedangkan keadaan cut-off didapatkan apabila arus basisnya dilewati dengan arus yg amat kecil bahkan hampir nol amper, yang menjadikan transistor berfungsi sebagai saklar yg membuka.

Bila dikaji lebih dalam lagi maka tiap jenis dan seri transistor mempunyai spesifikasi yg berlainan terhadap arus yg diperlukan hingga tercapainya keadaan cut-off dan jenuh. Walaupun berbeda, pada dasarnya sih tidak sangat jauh pebedaannya, kecuali pembuatannya dr bahan semi konduktor yg berbeda pula yaitu germanium atau silikon.

Sebagaimana saya sebut diawal bahwa fungsi transistor sebagai saklar adalah salah satu dari fungsi-fungsinya, salah duanya adalah sebagai penguat. Transistor yang digunakan sebagai penguat akan bekerja dititik Q atau juga dikeadaan kerja transistornya. Bahasa sederhananya, diantara kondisi cut-off dan kondisi jenuhlah, titik Q itu berada dan membuat transisor berfungsi sebagai penguat.

Transistor Sebagai Saklar

Apa kelebihan dan kekurangan dari Transistor Sebagai Saklar ?

Penjelasan kekurangan dari saklar transistor ini adalah berdasar pengalaman pribadi, yaitu arus beban yang dapat bertahan disaklarkan itu jumlahnya kecil. Dengan demikian maka beban yang sesuai haruslah terlebih dahulu dipilih dengan baik. Bila tidak dipilah maka resiko terjadinya kerusakan transistor akan besar, akibat dari berlebihnya dispasi daya yang ada.

Trus kelebihannya komponen ini jika kita menggunakannya sebagai saklar, yaitu dapat difungsikan menjadi saklar dengan sangat cepat dan tidak adanya bouncing sebagaimana biasanya terjadi pada pensaklaran mekanik yang memakai relay. Lebih khusus lagi transistor ini sesuai buat pensaklaran pada rangkaian digital yg membutuhkan supply tegangan yang kecil, keakuratan dan kecepatan; karena tidak memakai alat-alat mekanik seperti pada saklar umumnya. OK, cukup sekian artikel singkat saya kali ini. Moga bisa menjadi bahan rujukan belajar mengenai Transistor Sebagai Saklar ya sobat.

Transistor Sebagai Saklar. Post by: Fatma | 4.5
Tags:

Categories: Transistor