Elektronika Dasar 2

Elektronika dasar 2 ini merupakan artikel lanjutan dari pembahasan pertama kemarin. Kalau belum baca artikel sebelumnya, sebaiknya baca dulu biar tulisan saya ini ntar lebih nyambung dan mengena ketika dibaca ya. Sebagaimana disinggung pada artikel dasar pertama, elektronika memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan elektron. Karena itu, pembahasan dalam artikel dasar kedua ini kita akan membahasn mengenai teori elektron.

Dalam pembelajaran elektronika dasar 2 terlebih dahulu kita harus mempunyai dasar dasar dari teori listrik, karena kelistrian itu merupakan bagian dasar dari elektronika. Sejak 2500 tahun lalu gejala-gejala listrik mulai dipelajari, yang hingga kini sangatlah banyak ilmuan juga mempelajarinya. Para ilmuwan tersebut sepakat untuk menyusun sebuah teori yang bisa dimanfaatkan dalam menerangkan berbagai macam gelaja listrik. Teori dalam elektronika dasar 2 ini disepakati pula dinamai teori elektron. Ringkasan dari teori elektron tersebut dirumuskan dengan sebagai berikut:

  • Tiap-tiap zat adalah terdiri dari atom atom;
  • Tiap atom itu memiliki inti yang disekelilingnya terdapat satu atau lebih elektron. Atom hidrogen adalah atom yang memiliki jumlah elektron paling sedikit, yakni jumlahnya hanya satu buah saja. Rata-rata kecepatan dari elektron yang mengelilingi sebuah atom adalah 2,19 x 10.000.000 meter/ detik. Tiap atom yang berbeda memiliki kecepatannya masing-masing. Tapi bagaimanapun juga kecepatan pergerakan elektron itu tidak akan sama dengan kecepatan cahaya yang berjumlah 10¹°/ detik. Elektronika dasar 2.
  • Muatan listrik dari inti sebuah atom adalah positif, sedangkan elektronnya memiliki muatan negatif. Elektron tersebut muatannya adalah sebesar 1,6 X 10·¹9 C ( C adalah singkatan dari coulomg yaitu satuan dari muatan listrik). Inti atom itu sendiri teridir dari neutron bagi yang bermuatan negatif, dan proton bagi yang bermuatan listrik positif.
  • Sebuat atom yang tidak memiliki muatan atau disebut netral, hal ini disebabkan karena muatan listrik positifnya memiliki besar yang sama dengan jumlah pada muatan elektron-elektronnya.
  • Disebabkan oleh sesuatu hal, pada sebuah atom dapat kehilangan jumlah elektron-elektronnya sehingga atom ini menjadi berlebih muatan listrik positifnya. Keadaan inilah yang disebut memiliki muatan positif. Elektronika dasar 2.
  • Oleh sebab hal lain pula, sebuah atom dapat menerima satu maupun lebih jumlah elektron yang menyebabkan atomnya menjadi kelebihan muatan negatif. Keadaan ini disebut memiliki muatan negatif.
  • Didalam konduktor – zat penghantar – elektron elektron menjadi lebih mudah untuk berpindah dari satu atom menuju atom lainnya. Didalam isolator – zat penyekat – elektron elektron menjadi lebih susah untuk berpindah dari satu atom menuju atom lainnya. Contoh dari isolator adalah ebonit, karet dan gelas. Sedangkan contoh dari konduktor adalah alumunium, besi dan tembaga. Elektronika dasar 2.

Elektronika Dasar 2

Bahasan dalam elektronika dasar 2 berikutnya didasarkan pada gambar diatas. Pada gambar diatas terlihat bahwa inti atom hidrogen hanya terdiri dari 1 proton, atom He / helium pada intinya memiliki 2 proton & 2 neutron, sedangkan atom Li / lithium di intinya terdapat 3 neutoron dan 3 proton. Dengan demikian kita bisa melihat bahwa sebenarnya ketiga atom tersebut memiliki keadaan elektron yang sama. Persamaannya adalah bah jumlah elektron tiap-tiap atom adalah sama dengan keadaan jumlah proton.  Sehingga bisa dibuat kesimpulan elektronika dasar 2 bahwa jumlah muatan negatifnya sama dengan jumlah muatan positifnya, yang keadaan ini disebut sebagai netral.

Masih dalam pembahasan elektronika dasar 2, nomor atom adalah angka yang menunjukkan jumlah dari proton sebuah atom. Kembali ke gambar diatas maka nomor atom dari Hidrogen adalah satu, nomor atom dari Helium adalah dua, dan nomor atom dari Lithium adalah tiga. Untuk nomor atom seri diberi dengan simbol huruf Z. Kemudian isitilah nomor massa adalah jumlah dari neutron dan proton pada sebuah atom, yang simbolnya adalah huruf A. Dengan demikian nomor massa dari atom hidrogen adalah 1, Z untuk atom Helium adalah 4, dan Z untuk Lithium adalah 6. Bila kita mengetahui nomor massa dari sebuah atom, maka kita bisa mengetahui jumlah dari neutronnya. Caranya adalah dengan mengurangi nomor atom ( A – Z ). Demikian dulu ya, ntar dilanjut lagi diartikel selanjutnya mengenai Elektronika Dasar 2.

Elektronika Dasar 2. Post by: Fatma | 4.5
Tags:,

Categories: Elektronika Dasar